BAB 3
ETIKA UTILITARIANISME DALAM
BISNIS
- Kriteria dan Prinsip Etika Utilitarianisme
Utilitarianisme
adalah paham dalam filsafat moral yang menekankan manfaat atau kegunaan dalam
menilai suatu tindakan sebagai prinsip moral yang paling dasar, untuk menentukan
bahwa suatu perilaku baik jika bisa memberikan manfaat kepada sebagian
besar konsumen atau masyarakat. dalam konsep ini dikenal juga “Deontologi” yang
berasal dari kata Yunani “deon” yang berarti kewajiban. Deontologi
adalah teori etika yang menyatakan bahwa yang menjadi dasar baik buruknya
suatu perbuatan adalah kewajiban seseorang untuk berbuat baik kepada sesama
manusia, sebagaimana keinginan diri sendiri selalu berlaku baik pada diri
sendiri.
Menurut paham
Utilitarianisme bisnis adalah etis, apabila kegiatan yang dilakukannya dapat
memberikan manfaat yang sebesar-besarnya pada konsumen dan masyarakat. jadi
kebijaksanaan atau tindakan bisnis yang baik adalah kebijakan yang menghasilkan
berbagai hal yang baik, bukan sebaliknya malah memberikan kerugian.
Prinsip- prinsip aliran utilitarianisme, menurut
Jeremy Bentham (1748-1832) didasarkan kepada dua prinsip, yaitu :
-
asosiasi (association principle) serta
-
kebahagiaan terbesar (greatest happiness principle).
Bagi Bentham, prinsip kebahagiaan terbesar secara
singkat terjadi jika :
Apa-apa “yang baik” merupakan
kesenangan buruk” adalah rasa sakit. Tindakan “yang baik” secara etika mengacu
pada kebijakan dan kebahagiaan, sedangkan “yang menghasilkan kebahagiaan
terbesar.
- Nilai Positif Etika Utilitarianisme
Maksud Asas Manfaat atau Kegunaan, kata Bentham, ialah
asas yang menyuruh setiap orang untuk melakukan apa yang menghasilkan
kebahagiaan atau kenikmatan terbesar yang diinginkan oleh semua orang untuk
sebanyak mungkin orang atau untuk masyarakat seluruhnya. Oleh karena itu,
menurut pandangan utilitarian, tujuan akhir manusia, mestilah juga merupakan
ukuran moralitas. Dari sini, muncul ungkapan ‘tujuan menghalalkan cara’. Nilai
Positif Etika Utilitarianisme antara lain :
• Pertama, Rasionalitas.
Prinsip moral yang diajukan etika utilitarianisme
tidak didasarkan pada aturan-aturan kaku yang tidak dipahami atau tidak
diketahui keabsahannya. Etika utilitarianisme memberikan kriteria yang objektif
dan rasional.
• Kedua, Utilitarianisme sangat menghargai kebebasan
setiap pelaku moral.
Tidak ada paksaan bahwa orang harus bertindak dengan
cara tertentu yang tidak diketahui alasannya.
• Ketiga, Universalitas.
Mengutamakan manfaat atau akibat dari suatu tindakan
bagi banyak orang. Suatu tindakan dinilai bermoral apabila tindakan tersebut
memberi manfaat terbesar bagi banyak orang.
- Utilitarianisme Sebagai Proses dan standar Penilaian
-
Sebuah
penilaian mengenai kesejahteraan manusia, atau utiliti, dan
-
Sebuah
petunjuk untuk memaksimalkan kesejahteraan (utiliti), yang didefinisikan
sebagai, memberikan bobot yang sama pada kesejahteraan orang per-orang.
- Analisa keuntungan dan kerugian
Utilitarianisme mengatakan bahwa
tindakan yang benar adalah yang memaksimalkan utiliti, yaitu memuaskan preferensi
yang berpengetahuan sebanyak mungkin.
Dalam pandangan kaum
utilitarian-aturan, perilaku tak adil dalam mendeskriminasi kelompok-kelompok
minoritas menyebabkan meningkatnya ketakutan pihak lain dengan mengalami aturan
yang mengijinkan diskriminasi.
Keuntungan
dan kerugian, cost and benefits, yang dianalisis tidak dipusatkan pada
keuntungan dan kerugian perusahaan. Analisis keuntungan dan kerugian tidak
ditempatkan dalam kerangka uang dan untuk jangka panjang.
- Kelemahan Etika Utilitarianisme
• Manfaat merupakan konsep yang begitu luas sehingga
dalam kenyataan praktis akan menimbulkan kesulitan yamg tidak sedikit.
• Tidak pernah menganggap serius nilai suatu tindakan
pada dirinya sendiri dan hanya memperhatikan nilai suatu tindakan sejauh
berkaitan dengan akibatnya.
• Tidak pernah menganggap serius kemauan baik
seseorang
• Variabel yang dinilai tidak semuanya dapat
dikualifikasi.
• Seandainya ketiga kriteria dari etika utilitarisme
saling bertentangan, maka akan ada kesulitan dalam menentukan prioritas di
antara ketiganya.
Referensi :
Nama : Achmad Ghozali Ash Shiddiqy
Kelas : 4EA08
NPM : 10211071